Dulu tidur di bawah jembatan, sekarang pemilik 5 restoran gratis

Dulu tidur di bawah jembatan, sekarang pemilik 5 restoran gratis

Viral pemilik 5 restoran gratis – Memberi sedekah adalah tanda bahwa kita mensyukuri nikmat Tuhan dengan cara berbagi. Tidak hanya dengan uang, sedekah juga bisa dilakukan dalam bentuk ilmu yang diamalkan dan amal saleh.

Aditya Prayoga (29) memberikan sedekah dengan cara yang berbeda. sosoknya mendirikan Rumah Makan Gratis.yang berlokasi di berbagai daerah yaitu di Cilangkap, Ciangsana, Depok, Pasar Minggu, juga Jatisampurna.

JUDI SLOT ONLINE TERPERCAYA

Tim SangatViral.com mengunjungi salah satu Restoran Gratis yang terletak di Jalan Cilangkap Baru No. 9a, Jakarta Timur. Dari depan pagar, Anda bisa melihat spanduk biru bertuliskan ‘Restoran Gratis’. Di halaman rumahnya juga ada tenda yang dipasang agar orang yang mengantri makanan gratis tidak kepanasan.

Namun siapa sangka, sosok yang dikenal gemar bersedekah semasa sekolah ini dikenal sebagai sosok yang nakal dan memiliki hobi ‘berisik’. Waktu kecil dulu dicap anak yang nakal, karena saya senang berkelahi. Saya dikit-dikit berkelahi, pokoknya di sekolah saya terus berkelahi. Makanya saya dicap anak nakal.” Kisah Aditya dalam program tokoh di SangatViral.com.

Hanya berbekal ijazah SD dan dikenal sebagai pribadi yang nakal, Aditya bertekad merantau dari Palembang ke Jakarta pada 2016. Tidak ada saudara, tidak punyateman. Malam hari di kolong jembatan, stasiun, halte busway, dan masjid untuk menumpang tidur.

Selama jadi anak perantauan, ia bertahan hidup dengan berdagang koran dan jadi tukang parkir, baik di gereja maupun di masjid. “Saya jual koran, saya ambil banyak. Lalu saya jual, dapat uang Rp 500 perak untuk makan. Lalu saya urus tempat parkir. Jadi kalau hari Minggu itu ada acara di gereja. Minggu ada perkumpulan di gereja, saya cari gereja dan jadi tukang parkir di gereja. Hari jumat, saya cari masjid jadi juru parkir juga,” ucapnya.

Kisah terbentuknya Rumah Makan Gratis ini bermula dari perjumpaan Aditya dengan seorang nenek di depan masjid. Saat itu, nenek yang pincang sedang mengais-ngais.

Sungguh miris, betis nenek itu ternyata dalam kondisi berlubang dan ada cacing kecil di lukanya. Sang nenek tinggal sendirian di rumahnya yang kotor tanpa ada sanak saudara yang merawatnya.

Singkat cerita, Aditya dan istrinya merawat nenek dan membersihkan rumah karena khawatir. Mereka membantu nenek itu sebaik mungkin karena sebenarnya kondisi keuangan mereka sedang sulit.

Hingga suatu hari sebuah doa keluar dari mulut sang nenek. Doa Adit sangat berbeda, doa yang mengejutkan Adit.

“Insyaallah jang apa yang kamu impikan didunia ini akan kamu dapatkan. Jang, Insyaallah siapa pun yang belum pernah bertemu denganmu, kamu akan bertemu nanti. Dari pejabat, artis, konglomerat, orang kaya, orang terkenal, nanti kamu ketemu,” kata Aditya, mengingat doa nenek yang ditolongnya.

Aditya dan istrinya merawat sang nenek hingga akhirnya sang nenek meninggal. Sehabis nenek wafat, Aditya mengalami banyak kemudahan dalam usahanya. Banyak orang yang memesan barang dagangan murottalnya, bahkan ada yang memesan ratusan unit.

Dan bermula dari itu, Aditya dan istrinya membangun Rumah Makan Gratis di Ciangsana, Bogor. Buat masyarakat yang membutuhkan makanan gratis.

Seiring waktu berjalan, doa nenek yang ditolongnya saat itu didengar oleh Allah SWT. Restorannya telah dikunjungi oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Ustaz Abdul Somad, Baim Wong, dan banyak lainnya.

Tak hanya itu, keinginan Aditya untuk memiliki mobil dan bisa menunaikan ibadah umroh kini telah terkabul. Bisa jadi semua berkat kekuatan doa sang nenek.

Di masa lalu, sistem Restoran Gratis adalah prasmanan. Siapapun bisa mengambilnya, tapi Aditya tetap fokus pada mereka yang membutuhkan. Namun, saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia, pembagian sembako gratis ini diliburkan setiap hari. Selain itu, Rumah Makan Gratis membantu mendistribusikan sembako bagi masyarakat yang isoman dan terdampak COVID-19.

“Kita kumpulkan orang baik. Begitu uang bersama terkumpul, kita beli sembako. Kita masukkan ke dalam goodie bag, kita bagikan kepada yang sedang menjalani isolasi mandiri. Itu berjalan setiap hari, Alhamdulillah,tak disangka Viral pemilik 5 restoran gratis ujarnya. dengan senyuman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *