Emosi Di Razia Satpol PP, Pemilik Tempat Makan Nonhalal Di Kalsel Viral

Emosi Di Razia Satpol PP, Pemilik Tempat Makan Nonhalal Di Kalsel Viral, Viral di media sosial (medsos) Satpol PP berdebat dengan pengelola warung makan Nonhalal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalimantan Selatan). Pemilik rumah makan itu emosi karena tidak terima petugas menutup usahanya saat razia di tengah bulan puasa.

Kejadian tersebut di unggah melalui rekaman video oleh akun @nicokosasih_ di akun Instagram miliknya. Dalam video tersebut, pengelola restoran marah di depan petugas Satpol PP, sejumlah petugas lain juga mengawalnya.

JUDI SLOT ONLINE TERPERCAYA

Belakangan di ketahui sempat terjadi perselisihan antara petugas Satpol PP dengan pengelola Depot Cek Nin. Polemik penutupan warung makan non halal pada siang hari saat puasa terjadi di kawasan Jalan Veteran Banjarmasin, Kamis (7/4/2022).

Emosi Di Razia Satpol PP, Pemilik Tempat Makan Nonhalal Di Kalses Viral

“Kami hanya menegakkan aturan,” kata salah satu petugas bernama Mulyadi yang di kenal Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Banjarmasin dalam video tersebut.

Mulyadi berdalih, pihaknya hanya menegakkan aturan. Penutupan warung makan di tengah puasa mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2003 tentang Larangan Kegiatan Selama Bulan Ramadhan.

“Ibu boleh buka (warung) jam 3 (siang), tolong, tapi di bungkus (tidak di makan di tempat),” jelasnya.

Ia menjelaskan, siapapun yang melanggar perda tersebut akan di vonis 3 bulan penjara.

Bahkan razia Satpol PP ini di protes oleh pengelola warung makan. Menurut dia, peraturan itu di skriminatif, apalagi peraturan itu di anggap tanpa sosialisasi terlebih dahulu, dan pemberitahuan peraturan itu tidak sampai kepadanya.

“Saya punya teman, ‘katanya sudah dapat (aturan)’, kenapa saya tidak dapat aturan. Tidak Pak, ada sosialisasi,” kata salah satu pengelola depo dalam video tersebut.

Di penghujung video berdurasi 6 menit 7 detik, pengelola toko akhirnya setuju untuk menutup usaha tersebut, meski di duga pengelola depot masih emosi saat merekam video tersebut. Satpol PP kemudian meninggalkan depo.

“Aturannya masih abu-abu,” kata pria dalam video tersebut.

Sementara itu, Kasatpol PP Banjarmasin Ahmad Muzaiyin belum berkomentar terkait viralnya razia Satpol PP di warung makan non halal tersebut.

Banyak Petisi Tolak Perda Ramadhan

Sebanyak 1.544 orang menandatangani petisi penolakan peraturan daerah yang melarang pembukaan warung makan selama Ramadhan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Di susul dengan perselisihan antar pedagang yang menolak tutup warung/depot nonhalal di tengah bulan puasa saat razia oleh Satpol PP.

Petisi tersebut di buat oleh warganet dengan nama akun Happy Bima. Petisi tersebut menanggapi polemik penertiban Satpol PP yang meminta warung makan tidak halal tutup selama bulan puasa di Banjarmasin.

“Restoran/warung makan yang dilarang buka tentunya berdampak negatif bagi perekonomian masyarakat, juga dianggap tidak adil bagi yang tidak berpuasa,” tulis Happy Bima.

Peraturan Kota Banjarmasin Nomor 4 Tahun 2005 tentang Larangan Kegiatan di Bulan Ramadhan dinilai merugikan. Selain bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, perda kota ini melanggar hak asasi manusia.

“Perda atau peraturan pemerintah lainnya harus bermanfaat untuk kepentingan orang banyak tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan tertentu,” jelasnya dalam permohonannya.

Dalam petisinya, ia menawarkan solusi agar restoran/warung makan tetap beroperasi. Namun dengan ketentuan penutupan ruang makan di masing-masing resto/warung.

“Selain melayani teman non muslim, resto/warung makan juga bisa melayani teman muslim yang berhalangan sehingga diperbolehkan tidak puasa,” kata Happy Bima seperti dikutip dalam petisinya.

http://www.samudrabet3.com/ref/?rid=rf1w812f283

You may also like...