Dishub DKI Rusak Spion, Karena Parkir Liar

Kronologi Anggota Di shub DKI yang menrusak Spion Mobil Parkir Liar di Widya Chandra Jaksel. Sebuah video viral menunjukkan oknum anggota Suku Di nas Perhubungan (Sudishub) DKI Jakarta dan oknum mengamuk kepada seorang pengendara mobil di Jalan Widya Chandra, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jaksel.

JUDI SLOT ONLINE TERPERCAYA 

Dalam video yang di unggah akun Instagram @merekamjakarta juga menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (25/10/2022).

Baca juga:Driver OJOL Kena Hantam, Oleh Paving Block

Informasi yang di himpun, dari oknum petugas tersebut juga sempat mengamuk karena pengendara mobil menolak untuk diderek karena parkir liar. Pengendara mobil tersebut telah diduga akan melarikan diri dan membahayakan petugas,” tulis unggahan tersebut.

Dalam postingan itu juga di sebutkan oknum petugas yang memukul kaca spion mobil untuk menghalangi pengendara mobil kabur.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Di nas dari Perhubungan (Di shub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan kronologi kejadian sebenarnya. Syafrin juga menjelaskan, bahwa peristiwa terjadi saat Tim Lintas Jaya yang terdiri dari Dishub DKI, Kepolisian, dan Garnisun yang melakukan patroli terhadap pelanggaran parkir liar.

Sekitar dari pukul 14.00 WIB kemarin, tanggl 25 tepatnya, itu juga di temukan ada lima kendaraan yang melakukan pelanggaran parkir liar. Nah hanya empat itu ada pengemudinya di dalam mobil sehingga begitu petugasnya datang, yang empat langsung pergi. Di mana mobil yang satu ini di tinggal oleh pengemudinya. Artinya, begitu saat di tinggal, itu sudah jelas menjadi pelanggaran saat parkir kan,” kata Syafrin kepada sangatviral.com ketika di hubungi, Jumat (28/10/2022).

Kemudian saat petugas gabungan mencari pengemudi tersebut. Namun, saat petugas lain ingin melakukan penderekkan, pengemudi tersebut datang dan langsung masuk ke dalam mobilnya itu.

Oknum Petugas Di shub Di sanksi

Petugas dari kami seperti prosedur tetapnya (protap) menjelaskan, ‘mobil bapak itu melanggar parkir dan akan di derek’, tapi yang bersangkutan itu tidak membuka kaca. Malah menghidupkan mesin untuk bisa lari. Nah oleh sebab itu, protapnya, petugas kepolisian langsung berdiri di belakang. Pada saat itu petugas kepolisian di belakang mobil, itu hampir juga di tabrak oleh si pengemudi karena dia langsung mundurkan. Nah dengan posisi itu, ya namanya juga di lapangan, langsung emosi lah di lapangan,” tutur Syafrin bercerita.

Lebih lanjut, Syafrin juga menyebut bahwa pihaknya itu telah melakukan mediasi antara pelanggar lalu lintas tersebut dengan petugas Di shub. Kasusnya ini juga sudah berakhir damai. Namun begitu, Di shub DKI tetap telah memberikan sanksi terhadap kepada petugas tersebut.

Jadi artinya ini kasusnya sudah selesai tetapi kami dari Di shub tetap memberikan sanksi kepada yang bersangkutan karena tidak bisa mengedepankan prinsip humanis persuasif dalam melaksanakan tugas di lapangan. Oleh sebab itu, sanksinya yang bersangkutan akan kami tarik dari lapangan kemudian di staff-kan untuk jangka waktu tertentu sambil kami evaluasi,” kata Syafrin kepada sangatviral.com

http://www.samudrabet3.com/ref/?rid=rf1w812f283

Mungkin Anda juga menyukai