Ancaman Pidana Bagi Penimbun Masker

SangatViral.com – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin akan memerintahkan para jaksa diseluruh Indonesia.
Agar memberikan tuntutan pidana semaksimal mungkin bagi para oknum terutama penimbun masker dan sembako.
Yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak uang di tengah wabah virus corona (covid-19) di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa oknum-oknum Penimbun Masker  tersebut harus mendapat efek jera sehingga dapat menjadi peringatan bagi semua pihak yang akan melakukan hal serupa.

“Agar setiap pelakunya diberikan tuntutan pidana maksimal,” kata Jaksa Agung lewat keterangan resmi dari Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, pada hari Kamis (19/3).

Ia mencatat sejumlah kasus yang marak di tengah kisruh penanganan virus corona seperti penimbunan masker dan obat-obatan, serta kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako).

Selain itu, kasus lain yang tak kalah penting, adalah penyebaran berita hoaks yang berkaitan dengan isu Covid-19.

Tuntutan pidana maksimal diambil oleh kejaksaan lantaran semakin hari situasi akibat corona ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga : Inilah Teknik Jokowi Dalam Melawan Virus Corona di Indonesia

Sangat disayangkan sekali karena dalam situasi yang sangat memilukan ini ternyata dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mendapat untung secara tidak bertanggungjawab, jelas dia.

Hari berkata kelangkaan sejumlah barang pokok dan masker telah membebani dan meresahkan masyarakat, terutama bagi mereka yang berada pada strata ekonomi menengah ke bawah.

Wabah virus corona terus menyebar di beberapa daerah Indonesia.
Jumlah pasien dinyatakan positif virus corona di Indonesia per Rabu (18/3).
Sebanyak 227 kasus. Sebanyak 125 kasus positif corona ada di DKI Jakarta.

Korban yang telah meninggal berasal dari sejumlah daerah. Berikut rinciannya, Bali (1), Banten (1), DKI (12), Jabar (1), Jateng (2), Jatim (1), dan Sumut (1).
Lonjakan dalam kasus ini terjadi karena beberapa RS di beberapa daerah belum melaporkan kasus Corona sejak tanggal 12 Maret-17 Maret.

Sementara itu, sejumlah kasus pidana yang berkaitan dengan virus corona pun akan semakin marak terjadi.
Terakhir.
Pihak kepolisian telah menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoaks di seluruh Indonesia.
Angka tersebut kian hari semakin bertambah. (mjo/wis)

Mungkin Anda juga menyukai