Doni Monardo: Hentikan Polemik LOCKDOWN

Viral Lock Down Indonesia Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan juga Ketua Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Menyerukan masyarakat Indonesia untuk menghentikan polemik terkait lockdown.

Beliau juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu membahu, gotong royong, dan bekerja sama melakukan penanganan Covid-19.

Baik pencegahan (prevensi), penanggulangan, maupun pengendalian.

“Mari Segenap bangsa harus bahu membahu, gotong royong, hentikan segala polemik tentang status-status lockdown” tegas Doni.

Usai meninjau Wisma Atlet Kemayoran yang akan dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19, Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Menurut Doni, polemik tidak seharusnya ada jika seluruh pihak dan masyarakat disiplin.

Yang dibutuhkan saat ini adalah kedisiplinan menerapkan social distancing atau menjaga jarak sosial.

Tanpa mematuhi social distancing, maka akan semakin banyak masyarakat terpapar dan terinfeksi virus Corona.

Baca Juga : Dokter Yang Menangani Virus Corona Meninggal

Terlebih dalam menghadapi situasi terakhir yang menunjukkan lonjakan kasus positif Covid-19.

Data terbaru tercatat 450 kasus positif, 38 meninggal dunia, dan 15 pasien sembuh.

Doni menegaskan, prioritas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 adalah mengoptimalkan semua sumber daya Nasional, baik di pusat maupun daerah.

Oleh karena itu, dia mendesak seluruh kepala gugus tugas daerah seperti gubernur, bupati, wali kota, serta unsur TNI/Polri.

Untuk mendukung pemerintahan Semua dari kita haru bisa melakukan perencanaan dengan baik.

Mulai sekarang Aset rumah sakit milik TNI/Polri, dan BUMN segera mungkin dioptimalisasi, terang Doni.

Yang paling utama adalah untuk daerah yang merasa belum ada kasus diharapkan tidak tinggal diam dan proaktif membuat perencanaan penanganan Covid-19 dengan baik.

Doni Monardo menyebut bahawa daerah yang sedang melakukan perencanaan penanganan Covid-19.

Akan didukung penuh oleh Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, TNI/POLRI dan Gugus Tugas.

Gugus Tugas juga akan memobilisasi tenaga relawan yang dilatih sebelumnya untuk melayani orang dalam pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan terinfeksi Corona.

Baca Juga : Mau Tau Bagaimana Cara Mempertahankan Kualitas Sperma Anda?

Sebelumnya diberitakan Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, siap dioperasikan dan menerima pasien terindikasi dan terinfeksi virus Corona pada Senin (23/3/2020).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan kesiapan tersebut saat meninjau Wisma Atlet Kemayoran, Minggu (22/3/2020).

Basuki menjelaskan, pemanfaatan empat menara Wisma Atlet Kemayoran sebagai Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 merupakan salah satu kesiapan pemerintah menghadapi virus Corona.

Beliau menjelaskan tidak hanya Wisma Atlet Kemayoran, rumah-rumah sakit milik BUMN, TNI/Polri, RSUD, rumah sakit swasta di pusat dan daerah serta Fasilitas Observasi dan Isolasi di Pulau Galang.

Juga dipersiapkan untuk mendukung penanganan Covid-19.

Diketahui terdapat 119 Rumah Sakit TNI dan Polri dikerahkan, mulai dari tingkat pusat, hingga daerah tingkat I dan II di seluruh Indonesia, sudah dan sedang dipersiapkan sebagai ruang isolasi.

Paling tidak ada 10 hingga 30 tempat tidur di setiap rumah sakit untuk menangani pasien yang terjangkit virus Corona.

Mungkin Anda juga menyukai