Suka Nonton Video Bokep? Hati – Hati Saraf Otak Anda Bisa Rusak

Suka Nonton Video Bokep

Suka Nonton Video Bokep – Beberapa waktu lalu seorang mahasiswa asal Kanada menyebutkan bahwa kebiasaan menonton film dewasa bisa mengikis bagian penting pada saraf otak.
Orang yang senang menonton film dewasa bisa mengubah pikiran seseorang kembali seperti dalam kondisi remaja.

Rachel Anne Barr yang merupakan seorang peneliti Ahli Saraf di Canada’s Universite Laval membenarkan efek sering menonton film dewasa tersebut.
Dia mengatakan Suka Nonton Video Bokep dan kepuasan secara instan bisa membuat efek yang merusak perkembangan jalur saraf otak.

Barr mengatakan kabel-kabel saraf ini akan memengaruhi proses belajar dan memori setiap orang.
Video dewasa nantinya akan mengubah saraf-saraf tersebut yang menjadikan kemampuan otak untuk beradaptasi berubah dan lebih rentan terhadap efek hiper-stimulasi.

Di lab kami menemukan kabel saraf yang mendasari proses belajar dan memori. Bagian dari video dewasa menjadikannya pemicu yang kuat untuk plastisitas, kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi.
Video dewasa juga begitu rentan terhadap efek hiper-stimulasi,” Ujar Barr, menyadur dari VT, Minggu (8/12/2019).

Baca Juga : Pertimbangkan 4 Hal ini Jika Ingin Bercinta di dalam Air

Lebih lanjut Barr juga mengatakan bahwa terlalu sering mengakses pornografi dapat menyebabkan seseorang mengalami berbagai hal negatif.
Beberapa hal negatif itu seperti, depresi, disfungsi ereksi dan kematangan emosi yang menjadi penghambat bagi para penggunanya.

Pernyataan yang dikeluarkan Barr bukan berdasarkan fakta. Ia pun sudah mengutip dua penelitian untuk memperkuat gagasan tersebut.
Salah satunya merupakan perubahan dalam transmisi dopamin bisa menimbulkan depresi dan kecemasan.

Hal tersebut terbukti dengan laporan bahwa pengonsumsi video dewasa mempunyai gejala depresi yang lebih besar, kualitas hidup yang lebih rendah.
Selain itu mereka juga akan mempunyai kesehatan mental yang jauh lebih buruk dibandingkan mereka yang tidak menontonnya.

Sementara penelitian kedua mengatakan bahwa pornografi membuat para penggunanya mengalami desensitisasi terhadap materi grafis atau kekerasan seksual.
Kondisi ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang Psikiater bernama Norman Doidge.

Pornografi terdapat setiap prasyarat untuk perubahan neuroplastik. Ketika para pornografer mendorong untuk memperkenalkan tema baru yang cenderung keras, maka mereka harus melakukannya.
Pasalnya pelanggan video dewasa membangun toleransi dan terlalu banyak menuntut,” Terang Doidge.

Saat ini klaim Barr tidak bisa diperdebatkan. Tetapi saat ini banyak orang yang sudah menyadari bahwa pornografi itu berdampak buruk buat manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *