Apa Benar Thermo Gun Bisa Merusak Kesehatan? Simak Ulasannya!

 Thermo Gun – Sekarang ini, Sedang Viral soal thermo gun yang diklaim sangat membahayakan tubuh lantaran ada paparan cahaya yang diberikan secara langsung.

Hal tersebut banyak mengakibatkan ketakutan di kalangan masyarakat yang diwajibkan untuk melakukan pengecekan suhu melalui alat tersebut guna mencegah penyebaran Virus Corona.

Thermo gun alias termometer tembak kini menjadi alat yang wajib ada di seluruh tempat publik. Alat pengukur suhu itu dinilai mampu mendeteksi gejala demam pada tubuh sehingga menjadi pendeteksi dini untuk virus COVID-19.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Beriktu ini adalah beberapa fakta tentang Thermo Gun yang biasa digunakan untuk mengukur suhu tubuh.

1. Inframerah

Thermo gun merupakan salah satu jenis termometer inframerah untuk mengukur temperatur tubuh yang umumnya di arahkan ke dahi.

Alat ini menjadi andalan utama sebagai alat skrining COVID-19 dengan gejala demam, alat ini tersedia hampir di setiap pintu masuk tempat umum dan perkantoran.

Apabila pengunjung atau pegawai dengan temperatur tubuh di atas 37,5 derajat celcius maka dilarang masuk dan diminta untuk memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

2. Pancaran radiasi

Berbeda dengan termometer raksa atau termometer digital yang menggunakan prinsip rambatan panas secara konduksi, termometer ini menggunakan prinsip rambatan panas melalui radiasi.

Kisaran suhu tubuh manusia normal (36 – 37,5 derajat celcius) berada di dalam pancaran spektrum inframerah jika dilihat dari jangkauan radiasi elektromagnetik.

Energi radiasi dari permukaan tubuh ditangkap dan kemudian diubah menjadi energi listrik dan ditampilkan dalam angka digital temperatur derajat celcius pada thermogun.

3. Termometer dahi dan telinga

Termometer inframerah yang dijual di pasaran umumnya untuk mendeteksi temperatur gendang telinga (termometer telinga) atau temperatur dahi (termometer dahi).

Termometer dahi lebih cocok untuk skrining gejala demam COVID-19 karena hanya perlu “ditembak” ke arah dahi tanpa perlu kontak atau bersentuhan langsung dengan kulit.

Termometer ini mendeteksi temperatur arteri temporal pada dahi untuk mengestimasi suhu tubuh seseorang.

4. Jarak pengukuran

Hal yang perlu diperhatikan adalah akurasi pengukuran temperatur bergantung pada jarak dan sudut alat thermo gun terhadap objek yang diukur.

Maka dari itu, jangan heran jika hasil pengukuran bisa berubah-ubah. Satu parameter penting yang menentukan tingkat akurasi pengukuran thermo gun adalah perbandingan jarak dengan luas titik pengukuran.

Biasanya angka perbandingan ini adalah 12:1. Dengan kata lain, untuk mengukur suatu titik dengan luas 1 cm persegi, jarak pengukuran ideal adalah 12 cm.

5. Bukan penentu COVID-19

Pengukuran temperatur tubuh dengan thermo gun tidak bisa dijadikan acuan utama terkait apakah seseorang menderita COVID-19 atau tidak. Karena pasien COVID-19 bisa muncul tanpa gejala demam.
Kami berharap penggunaan thermo gun secara luas di tempat-tempat publik seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, dan layanan transportasi publik disertai dengan SOP yang jelas.

Mungkin Anda juga menyukai