Ceramah Gus Miftah di Gereja Disambut Tudingan Kafir hingga Pujian

Ceramah Gus Miftah di Gereja Disambut Tudingan Kafir hingga Pujian

Ceramah Gus Miftah di Gereja Disambut Tudingan Kafir hingga Pujian

SangatViral.com – Ceramah Gus Miftah saat ini sedang dibahas dalam acara peresmian Amanat Agung Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Penjaringan, Jakarta. Bagian akhir video ini adalah tuduhan perselingkuhan yang ditujukan kepada Gus Miftah.
Sebenarnya dalam video tersebut Gus Miftah hanya memberikan ceramah yang berisi nasehat dengan kalimat yang keren dan indah. Namun tak sedikit dari netizen yang menguliahi ulama tersebut tentang kegiatan tersebut.

“Saat aku pegang tasbihku, dan kau pegang salibmu. Saat aku berdoa kepada Istiqlal, tapi kau pergi ke katedral. Saat aku mengeja Al Qur’an, dan kau mengeja Al Kitabmu. Kami berbeda saat memanggil Tuhan. Aku, kau Kita. Bukan Istiqlal dan Katedral ditakdirkan berdiri berseberangan, tapi rukun, ”demikian kutipan ceramah Gus Miftah saat itu.

JUDI SLOT ONLINE TERPERCAYA

Video tersebut menunjukkan akhir dari kuliahnya. Intinya iyalah pesan kebersamaan dan bareng menghormati meski lain keyakinan. tapi ada netizen yang menghujat dengan tuduhan usil mereka

Bahkan Gus Miftah dituding sebagai kafir dan sesat. Namun pada akhirnya dia tidak tinggal diam dan memberikan pembelaan.

Terima kasih telah menghujat saya, karena mengatakan bahwa saya kafir, sesat, bajingan, dll … Anda luar biasa. Anda bisa benar, saya salah, atau sebaliknya. Selanjutnya saya sampaikan dasar hukumnya , silahkan disimak dan jadikanlah bahan diskusi, saya siap untuk dinasehati oleh siapapun dan belajar dari siapapun ….. bahkan dijauhi atau dikutuk oleh siapapun.

Orang yang kafir 70 tahun membaca tahlil dan syahadat pernah membakar kekafirannya …. dan Alhamdulillah saya tetap melakukan tahlilan setiap hari. Orang yang berniat belajar di mana saja bisa mendapat pelajaran, kalau orang yang nggak niat belajar sambil belajar tidak akan mendapat pelajaran, “tulisnya.

Gus Miftah juga mengatakan, konteks kehadirannya bukan dalam konteks ceramah, melainkan peresmian gereja. Menurutnya hal tersebut merupakan hal yang wajar.

“Tercatat, dalam rangka pelantikan, bukan dalam rangka peribadatan,” ucapnya lagi.

Namun tentunya dunia ini tidak hanya berisi omelan netizen. Video ceramah Gus Miftah ini direspon positif oleh seorang mualaf dari Amerika yang baru saja pindah agama. Gus Miftah membeberkan tangkap layar pesan berasal mualaf tersebut.

“Saya terkesima dengan ceramah Gus Miftah di gereja beberapa hari yang lalu… Setelah memutuskan menjadi seorang Muslim beberapa bulan lalu, sejujurnya saya merasakan rasa penyesalan di hati saya, karena ketika pertama kali mengenal Islam saya bahkan sempat ketemu dengan ustad-ustad. Saya (maaf) ajarannya yang keras dan cenderung benci … saya yang baru masuk Islam akhirnya kecewa. Setelah melihat video gus miftah beberapa waktu lalu, saya mulai agar tertarik lagi, saya semakin sadar bahwa masih banyak ustad2 yang berpikiran terbuka., ceramahnya bikin hati tenang dan tenteram, ”pungkas pesan tersebut.

Seolah ingin membalikkan tudingan netizen kepadanya, Gus Miftah menulis kata-kata yang lebih defensif di Instagram.

“Alhamdulillah masih ada kebaikan dan sekilas petunjuk dari apa yang kamu anggap salah. Mohon maaf kalau saya sering melakukan kesalahan …….. kalau saya dianggap kafir … Insya Allah saya masih punya yang sama iman seperti kalian, “katanya. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *