Sapi Idul Adha Seberat 1,2 Ton Ini Ditawarkan Rp 80 Juta

Sapi Idul Adha – Tidak lama lagi para umat Muslim di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha, kebutuhan sapi potong untuk menjadi hewan kurban akan meningkat. Di Boyolali ada seekor sapi berbobot sekitar 1,2 ton dan oleh pemiliknya ditawarkan sebesar Rp 80 juta.

“Beratnya kurang lebih satu ton dua kuintal,” kata pemilik sapi, Suparno (60) saat ditemui di rumahnya Dukuh Semaran, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jumat (3/7/2020).

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Sapi jenis metal itu kini telah berumur sekitar lima tahun. Suparno telah memelihara sapi tersebut sekitar tiga tahun lamanya.

“Dulu waktu saya beli Rp 27 juta, belinya sudah umur sekitar 2 tahun,” jelas pria yang sehari-hari bertani ini dan memelihara sapi ini.

Suparno mengaku sudah sangat lama ingin memelihara sapi yang berukuran besar. Dia pun telaten memberi sapinya itu makanan yang bernutrisi, hingga sekarang menjadi salah satu sapi yang berukuran sangat besar.

“Rahasianya, yang penting makanannya yang bernutrisi, seperti singkong, sentrat, bekatul,” tutur Suparno sembari mengelus-elus sapi jumbo miliknya itu.

Suparno juga mengakui kebutuhan pakan seekor sapi metal miliknya itu menghabiskan biaya Rp 60 ribu setiap harinya. Biaya tersebut tidak termasuk rumput, karena rumput diambil dari lahan pertaniannya sendiri.

Dia merinci uang sebesar Rp 60 ribu itu digunakan untuk membeli konsentrat, bekatul, dan singkong sebagai campuran pakan. Bukan hanya itu, komboran (pakan basah) untuk sapinya dia berikan sehari dua kali sehingga sapinya bisa terlihat besar seperti sekarang.

Suparno menyebut sudah ada beberapa orang datang ke tempatnya untuk sekadar melihat maupun memotret sapi metalnya itu. Akan tetapi, belum ada yang berani melakukan penawaran harga.

“Orang yang datang itu cuma foto-foto, (katanya) mau dikirim ke Jakarta yang mau beli,” terang Suparno. Dia pun berniat menjual sapinya itu jelang Idul Adha ini. Asalkan harganya cocok.

“Ini maunya saya tawarkan Rp 80 juta,” Kata Suparno.

“Siapa saja boleh (membeli sapinya), Pak Menteri, Pak Presiden, siapapun boleh,” ujar Suparno.

Mungkin Anda juga menyukai