Warga Negara Perancis Cabuli 305 Anak Dibawah Umur Diimingi Menjadi Model

Warga Negara Perancis – Polda Metro Jaya berhasil mengamankan seorang warga negara Perancis yang bernama Francois Abello Camille atau Frans terkait kasus eksploitasi anak di bawah umur (child sex groomer).

Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan Frans melakukan aksinya menawarkan para korban pekerjaan sebagai model dan pemotretan di beberapa hotel.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Untuk korban diketahui ada sebanyak 305 orang ya, kalau anak ini bisa dikatakan anak di bawah umur, berumur 18 minimal 1 hari, kata Nana di Polda Metro Jaya, Kamis (9/7).

Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa jumlah korban dari Warga Negara Perancis tersebut didapat dari data video yang tersimpan di laptop milik tersangka yang diperiksa oleh pihak kepolisian. Nana menduga jumlah korban Frans kemungkinan masih bisa bertambah.

Tersangka kerap mencari korban di pusat perbelanjaan maupun jalanan. Kemudian tersangka merayu korban dengan menawarkan pekerjaan sebagai model.

Di mana ada kerumunan anak-anak mereka mendekati. Dibujuk dan diajak ditawarkan akan menjadi foto model, anak yang mau dibawa ke hotel.

Lebih lanjut, Nana menyebut para korban yang berhasil dibawa ke hotel lantas diminta bersolek agar terlihat menarik kalau dipotret. Kemudian korban difoto dalam kondisi telanjang dan setelahnya disetubuhi oleh tersangka.

Sampai saat ini tiga hotel menjadi lokasi tersangka melakukan aksi pencabulan itu. Ketiga hotel itu digunakan tersangka dalam kurun waktu Desember 2019 hingga Juni 2020.

Nana menyebut tersangka memberikan imbalan uang sekitar Rp250 ribu sampai Rp1 juta. Tersangka juga menyiapkan kamera tersembunyi untuk merekam hubungan badan dengan para korban untuk kemudian di perjual belikan.

Apabila korban menolak untuk melakukan hubungan badan korban akan di pukul hingga di tendang oleh tersangka.

Pihak polisi turut menyita sejumlah barang bukti seperti beberapa kostum yang akan dipakai oleh korban untuk pemotretan dan pembuatan video cabul, enam kamera, satu laptop, 6 buah memory, 20 kondom, hingga dua alat bantu seks atau vibrator.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni perlindungan anak dan juga Pasal Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tersangka terancam hukuman seumur hidup hingga hukuman kebiri.

Mungkin Anda juga menyukai