Keji!!! Begini Motif Ibu Kandung Gorok Bayinya Sendiri Di Aceh

Ibu Gorok Bayinya Di Aceh – Penyidik Polsek Subulussalam, Aceh, mengungkap pembunuhan bayi diduga oleh ibu kandung sendiri, dilakukan dalam keadaan sadar.

Kapolsek Subulussalam AKBP Qori Wicaksono di Subulussalam, mengatakan tersangka tidak lain dan tidak bukan ialah Sirwati ibu kandung korban. Bayinya (korban) Seira berumur enam bulan.

“Terduga tersangka (pembunuh) sudah menjalani tes kejiwaan. Seorang psikiater di RS Yuliddin Away Tapak Tuan. Hasil visum oleh psikiater RS Tapak Tuan sudah keluar beberapa hari lalu,” kata AKBP Qori Wicaksono, dikutip Antara.

JUDI SLOT ONLINE TERPERCAYA

Kapolres mengatakan, hasil observasi yang dilakukan oleh psikiater menemukan bahwa pelaku saat melakukan tindakan keji terhadap darah dagingnya sendiri dalam keadaan sadar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter menyimpulkan bahwa pelaku bisa saja bertanggung jawab atas pembunuhan bayi Seira yang sempat membuat heboh beberapa waktu lalu.

“Intinya pelaku dalam keadaan sadar saat melakukan perbuatannya. Tidak ada tanda gangguan jiwa,” ucap AKBP Qori Wicaksono.

Lebih lanjut, kata Kapolres, berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, barang bukti dan keluarnya hasil pemeriksaan psikologis, kasus tersebut akan dilanjutkan.

Penemuan mayat bayi 

Sebelumnya, bayi berumur enam bulan dijumpai tewas dengan keadaan leher digorok di Desa Sibungke, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam dan memilukan pembunuh korban ialah ibunya sendiri.

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Ipda Deno Wahyudi di Subulussalam, Kamis.

angkat bicara tentang kasus pembunuhan yang terjadi Kamis (8/7) bisa terkuak setelah kurang lebih 1 jam kemudian.

“Terduga tersangka, ibu kandung korban, bernama Sarwati, telah diringkus ke Mapolres Subulussalam untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait motif pembunuhan tersebut,” kata Ipda Deno Wahyudi.

Ipda Deno Wahyudi mengatakan Sarwati (19) adalah seorang ibu rumah tangga. Korban bernama Seira merupakan anak pertama dari pasangan Sarwati dan Samiin, berusia enam bulan.

Ipda Deno Wahyudi mengatakan, awalnya Sarwati berdalih telah membunuh bayinya. Pelaku mengatakan, bayi tersebut digorok oleh seseorang menggunakan baju hitam dan lari ke arah belakang rumah saat pelaku berada di kamar mandi.

Namun, deskripsi pelaku dengan jejak darah yang ditemukan di TKP bertentangan. Terdapat sisa tetesan darah dijumpai di kamar mandi dan tidak dijumpai di pintu belakang, oleh sebab itu dilakukan pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaan, pelaku membenarkan telah membunuh anak kandungnya dengan cara menggorok lehernya (korban) hingga hampir putus menggunakan pisau pemotong,” kata Ipda Deno Wahyudi.

Buang Barang Bukti 

Tersangka kemudian membuang pisau tersebut. Setelah dilakukan penggeledahan, barang bukti pisau yang digunakan pelaku ditemukan di bawah rumah panggung di genangan air. Rumah itu adalah rumah mertua pelaku yang juga orang tua suaminya.

Alasan pelaku membunuh bayi tersebut karena pelaku dan suaminya tidak akur karena masalah ekonomi. Ketika anaknya sakit, suaminya tidak pernah peduli sehingga pelaku sangat lelah mengurus bayinya sendiri.

Akibat sikap suaminya, pelaku kemudian melampiaskan kekesalannya pada anak kandungnya. Selain itu, pelaku berterus terang kesal kepada korban sebab sering sakit dan selalu menangis.

“Sekarang pelaku “Ibu Gorok Bayinya Di Aceh” tersebut beserta barang bukti diamankan di Polsek Subulussalam untuk penyidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Ipda Deno Wahyudi.

You may also like...