Penganiayaan Siswa SMP Gegara Dituduh Mengadu Bolos Sekolah ke Guru, Diselidiki Polisi

Penganiayaan Siswa SMP Gegara Dituduh Mengadu Bolos Sekolah ke Guru, Diselidiki Polisi, Penganiayaan terhadap siswa SMP kembali terjadi. Kali ini terjadi di Kabupaten Jombang, Jember. Kejadian tersebut bahkan sempat direkam oleh pelaku dan menjadi viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 37 detik itu, terlihat para pelaku yang mengenakan seragam putih-biru, memukul dan menendang korban hingga terjatuh. Aksi pencabulan itu direkam oleh teman tersangka pelaku. Meski di pukul, korban tampak pasrah saja dan tidak melawan.

JUDI SLOT ONLINE TERPERCAYA

Dari penyelidikan, di ketahui peristiwa itu terjadi di Kecamatan Jombang, Jember. Sedangkan korban berinisial MK, warga Kecamatan Sumberbaru.

Kakek korban, Hermanu, membenarkan bahwa yang beredar dalam video tersebut adalah cucunya. Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (29/3). Namun korban tidak memberi tahu.

“Kemarin kejadiannya, tapi cucu saya tidak bilang apa-apa. Saya tahu kok cucu saya di pukul di Facebook dalam video itu,” kata Hermanu, Rabu (30/3/2022).

Hermanu mengungkapkan, cucunya di aniaya karena di tuduh mengadu ke wali kelasnya. Karena tuduhan itu, cucunya kemudian di aniaya.

“Alasannya karena wali kelas menanyakan siapa yang memintanya bolos sekolah. Kemudian cucu saya di tuduh memberi tahu gurunya bahwa dia menyebut nama teman-temannya yang bolos sekolah,” kata Hermanu, Rabu (30/3/2022). .

“Setelah itu, sepulang sekolah (waktu pergantian mata pelajaran), di bawah 3 orang temannya  ke belakang sekolah, dan terjadinya penganiayaan (di pukuli),” kata Hermanu.

Kakek korban, Hermanu, mengaku tidak terima cucunya dianiaya. Kini, dia telah melaporkan penganiayaan tersebut ke polisi.

“Tadi pagi saya ke polisi dan membawa cucu saya. Korbannya adalah siswa kelas 2 SMP. Katanya di serang dua orang, letaknya di belakang sekolah,” kata Hermanu, Rabu (30/3/2022). ).

“Saya tidak terima cucu saya dianiaya. Saya minta kasus ini diusut tuntas. Dia (korban) hanya tinggal bersama ibunya. Sejak usia 5 tahun dia di tinggal bekerja bersama ayahnya. Sayang ayahnya sedang tidak bekerja,” katanya. .

Kasat Reskrim Polsek Jombang, Aipda Andrianto Widodo, mengaku telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan siswa SMP tersebut. Dari laporan tersebut, pihaknya telah melakukan visum terhadap korban.

“Kami menerima laporan dugaan penganiayaan siswa SMP. Tindak lanjut di lakukan untuk visum di Puskesmas Jombang,” kata Andrianto.

Dari hasil visum, jelas Andrianto, korban mengalami tiga titik penganiayaan. Sekitar lain di daerah dada, punggung kanan dan kiri.

“Dari hasil visum, terdapat lecet di dada kiri, memar di punggung kiri atas, dan serta di kanan,” terangnya.

Lebih lanjut, Andrianto mengatakan akan memanggil kedua belah pihak antara korban dan pelaku. Tujuannya untuk dimintai informasi dan upaya mediasi terlebih dahulu. Alasannya, korban dan pelaku masih di bawah umur.

“Memandang korban dan tersangka pelaku masih di bawah umur. Tapi yang jelas proses hukumnya masih berjalan,” kata Andrianto.

http://www.samudrabet3.com/ref/?rid=rf1w812f283

You may also like...