Pernikahan Tanpa Tamu Undangan, Gereja Tempel Foto Wajah Undangan Di Bangku

Sepasang pengantin di California melakukan Pernikahan Tanpa Tamu akan tetapi kursi yang ditempel foto, para tamu acara pernikahan yang tidak bisa hadir karena lockdown virus Corona.
Tempat ibadah di San Francisco, California. Menempelkan foto-foto jemaahnya di bangku kosong sebelum Parris Khachi dan Emily Manashi mengikat janji Sabtu lalu.

Karena larangan pertemuan massal karena pandemi Covid-19, dilansir dari The Mirror, 4 Mei 2020 Sepasang pengantin itu menikah di Gereja Katolik besar dengan hanya segelintir anggota keluarga yang hadir.
Akan tetapi, berkat kebaikan Gereja. Ruangan itu dipenuhi dengan puluhan tamu yang antusias sambil tersenyum.

Pernikahan Tanpa Tamu Kedua ini dari San Francisco, dipaksa untuk mempertimbangkan kembali rencana pernikahan mereka ketika Covid-19 menyapu AS dan perintah sosial jarak diberlakukan.
Amerika Serikat sekarang memiliki jumlah kasus virus corona terbanyak dibandingkan yang lainnya di dunia dengan 1 juta lebih orang terinfeksi dan 64.000 kehilangan nyawa.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Tetapi pasangan yang telah bertunangan selama hampir setahun. Mereka bertekad untuk melanjutkan hari istimewa mereka.
“Begitu tempat perlindungan mulai berlaku. Kami menghabiskan waktu mencari tahu apa yang harus kami lakukan selanjutnya,” kata Parris, pengantin pria, kepada ABC7.

Baca Juga : Batuk Puluhan Tahun, Setelah di Cek Ada Tulang Ayam Di Paru-Paru Wanita Ini

Tidak ada dari kita yang ingin menunda tanpa batas waktu, karena sulit untuk mengetahui kapan hal-hal akan terasa normal lagi. Sementara itu, kita tidak ingin menempatkan orang yang kita cintai dalam risiko.
Tempat pernikahan mereka menempel bangku-bangku kosongnya dengan foto-foto para jemaah yang tersenyum.

Pasangan itu memutuskan untuk terus lanjut dan menikah dengan hanya 11 orang yang hadir.
Gereja juga setuju untuk menyiarkan langsung upacara itu, sehingga keluarga dan teman-teman lainnya dapat menonton secara online.

Tempat mereka menikah juga merekam foto-foto peserta regulernya, yang tersebar di 26 deret kursi yang memenuhi ruangan kosong dengan wajah tersenyum.

“Pengantin perempuan masuk sambil memegang tangan ayahnya,” tulis Vicens di Facebook.
Kemarin saya sangat beruntung menjadi fotografer pernikahan ini di San Francisco. Pernikahan yang berbeda tetapi terutama emosional, jangan lupa bahwa hidup terus berjalan. Hal yang benar-benar indah yang dilakukan para pastor dan anggota gereja, katanya.

Mempelai laki laki mengatakan dia yakin orang mungkin mengira foto-foto di bangku adalah keluarga dan teman-temannya yang tidak bisa hadir dalam pernikahan.

Ada seseorang mengatakan di antara foto-foto di bangku. Ada teman-teman serta keluarga mereka menonton siaran langsung pernikahan dan itu membuat mereka merasa sangat dicintai.

Mungkin Anda juga menyukai