Kematian George Floyd Picu Kerusuhan di Amerika Serikat

Para pendemo yang bentrok dengan polisi di sejumlah kota di Amerika Serikat yang memprotes kematian dari George Floyd, warga Afro-Amerika, yang ditangkap petugas di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota.

Gubernur Negara Bagian Minnesota mengatakan peristiwa kematian George Floyd saat dalam penangkapan polisi berubah menjadi bentuk perusakan di mana-mana. Laman BBC melaporkan, Sabtu (30/5), kerusuhan terjadi di New York, Atlanta, Portland, dan beberapa kota lain. Sementara Gedung Putih juga dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Seorang polisi yang menangkap Floyd sudah didakwa membunuh.

Derek Chauvin, polisi kulit putih, tampak menginjak leher Floyd pria yang berusia 46 tahun, Senin lalu. Dia dan ketiga polisi rekannya sudah dipecat. Chauvin, 44 tahun, dijadwalkan hadir di pengadilan Minneapolis pertama kalinya Senin besok.

Presiden Donald Trump menyebut peristiwa ini “sesuatu yang sangat buruk” dan dia mengaku sudah berbicara dengan keluarga Floyd dan menyatakan “mereka orang luar biasa.”

Kematian Floyd memicu kemarahan warga AS tentang polisi yang selama ini membunuhi warga yang berkulit hitam dan memperparah isu rasisme dan ketidakadilan di AS.

Floyd menjadi sosok korban setelah sebelumnya ada kasus serupa yang dialami Michael Brown, Eric Garner, dan yang lainnya. Rangkaian peristiwa sebelumnya memicu munculnya Gerakan Black Lives Matter setelah kematian Trayvon Martin pada 2012.

Presiden Donald Trump mengatakan mempertimbangkan untuk mengirim pasukan Garda Nasional untuk mengatasi kerusuhan di sejumlah daerah.

Donald Trump menyebut para pengunjuk rasa dengan sebutan “preman” dan mengatakan mereka seharusnya ditembak. (Kesulitan apa pun dan kami akan mengambil alih kendali tetapi ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai. Terima kasih!) kicaunya di Twitter.

Jaringan media sosial Twitter kemudian menandai kicauan itu dan menyembunyikan teksnya, mengatakan kicauan itu melanggar aturan platform media sosial yang mendukung tindakan kekerasan.

Garda Nasional dikerahkan

Minnesota saat ini masih dalam keadaan genting dan aturan jam malam diberlakukan di Kota Minneapolis dan Saint Paul dari mulai pukul 20.00 hingga 06.00 Jumat dan Sabtu kemarin.

Pengunjuk rasa menentang jam malam pada Jumat dan sejumlah mobil dan bangunan dibakar massa. Tayangan televisi memperlihatkan sejumlah massa menjarah toko-toko di Minneapolis. Sekitar tengah malam polisi dan Pasukan Garda Nasional dikerahkan ke sejumlah lokasi, kata laporan Star Tribune.

Baca Juga : Viral, Percakapan Fizi Di Kartun Upin Ipin Menuai Kritikan Pedas Netizen

Gubernur Negara Bagian Tim Walz mengatakan dalam jumpa pers, situasi saat ini masih berbahaya dan kacau.

Dia mengatakan jumlah pasukan Garda Nasional yang dikerahkan adalah yang terbesar dalam sejarah di negara bagian yang dipimpinnya tapi dia mengaku “massa jauh lebih banyak dari kami”. Pentagon sudah menyiagakan pasukan militer untuk dikerahkan ke Minneapolis.

Jumat siang massa berkumpul di depan Gedung Putih di Washington sambil membawa poster foto Floyd dan meneriakkan kata-kata “Saya tak bisa bernapas”, kalimat terakhir yang diucapkan Floyd ketika diringkus polisi dan juga Eric Garner, pria kulit hitam yang ditangkap polisi di New York pada 2014.

Aparat luka

Di New York, massa bentrok dengan aparat. Pengunjuk rasa melempari proyektil dan membakar serta menghancurkan mobil polisi. Sejumlah aparat luka dan banyak orang ditangkap.

(Kita tidak mau lagi menyaksikan malam seperti ini,) kata Wali Kota New York Bill de Blasio.

Wali kota Portland, Oregon sudah menyatakan keadaan darurat karena meluasnya penjarahan dan pembakaran.

Di Detroit, polisi menyelidiki kasus seorang pemuda 19 tahun tewas ketika mobilnya disetop massa dan terdengar tembakan di tengah kerumunan.

Di Dallas, aparat keamanan melepaskan tembakan gas air mata ke kerumunan pengunjuk rasa yang melempari batu.

Demonstran juga memblokade jalanan di Los Angeles dan Oakland. Grafiti di tembok-tembok bertuliskan “Bunuh Polisi”.

Mungkin Anda juga menyukai